Sosialisasi Kesehatan Jiwa Masyarakat (KESWAMAS) di Kabupaten Batang Hari

Gangguan kejiwaan atau gangguan mental masih menjadi perhatian pemerintah Indonesia saat ini. Karena menurut data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan (Riskesdas Kemenkes), pada 2018 sebanyak 282.654 rumah tangga atau 0,67 persen masyarakat di Indonesia mengalami Skizofrenia/Psikosis.

Riskesdas Kemenkes juga menuturkan prevalensi Gangguan Mental Emosional (GME) sebesar 9,8 persen dari total penduduk berusia lebih dari 15 tahun. Prevalensi ini menunjukkan peningkatan sekitar enam persen dibanding pada 2013. Melambungnya angka tersebut mengakibatkan rendahnya kualitas serta produktivitas Sumber Daya Manusia (SDM).

masalah gangguan jiwa wajib ditangani dengan baik, yaitu lewat tindakan preventif yang bisa dilakukan di pusat pelayanan kesehatan seperti puskesmas. Bisa juga ditangani dengan bantuan para ahli yang ditempatkan di wilayah yang gampang dijangkau oleh masyarakat umum. “Puskesmas memiliki pelayanan penting, preventif dan primer untuk kesehatan jiwa. Tapi biasanya diletakkan di rumah sakit umum dan rumah sakit jiwa.

Untuk itu perlu disosialisasinya tentang penanganan pasien dengan gangguan jiwa pada level puskesmas dengan melibatkan lintas sektor terkait, untuk itu Rumah Sakit Jiwa Jambi pada tanggal 22 Oktober 2019 mengadakan Sosialisasi Kesehatan Jiwa Masyarakat di Kabupaten Batang Hari, yang bertempat di Ruang Pola Kantor BAPPEDA Kabupaten Batang Hari dengan peserta yang tediri dari Kepala Puskesmas, Dokter Puskesmas, lintas Sektor terkait seperti Dinas Sosial,Dinas Kesehatan, DInas PMD, TPP PKK, dll.

Dalam Sambutannya, Plt. Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi Menyampaikan bahwa, pentingnya Peran Puskesmas dalam penanganan pasien gangguan Jiwa terutama ganguan jiwa ringan, apalagi di mana saat ini Layanan BPJS Kesehatan memprioritaskan Layanan Dasar pada PKTP ( Puskesamas) dahulu, baru tidak bisa di tangani di Puskesmas baru di rujuk ke Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi